..</em> ..</em> ..

Weekly Research

 

OSO Weekly Report 22-26 Januari 2018


Tanggal publikasi: 2018-01-22 02:55:33 WIB
Indonesia Market Review
Selama sepekan kemarin (15-19 Jan), IHSG secara akumulasi menguat 1.90% di level 6,490.89. Seluruh indeks sektoral ditutup dalam teritori positif, dimana sektor pertambangan dan industri dasar memimpin kenaikan sebesar 4.74% dan 4.29%. Saham-saham yang menjadi penggerak indeks sepekan kemarin diantaranya : PGAS, ANTM, MEDC, WIKA dan PTBA.

Penguatan indeks sepanjang pekan kemarin inline dengan rilisnya data neraca perdagangan tahun 2017 yang tercatat surplus sebesar US$ 11,84 miliar atau naik 24,24% (yoy) dibanding tahun lalu, dimana surplus tersebut didukung oleh kenaikan volume ekspor sepanjang Januari-Desember 2017 sebesar 6,09% dibanding tahun 2016.

Selain itu, sentimen positif lainnya yang menjadi penggerak indeks yaitu keputusan Bank Indonesia yang kembali mempertahankan suku bunga 7Day RR di level 4.25% sesuai dengan ekspektasi para pelaku pasar. Adapun dari dalam negeri, rilisnya data penjualan mobil bulan Desember yang turun sebesar -2% (yoy) dibanding periode sebelumnya nampaknya tidak menyurutkan optimisme pelaku pasar akan prospek pertumbuhan ekonomi Domestik tahun 2018.

Pelaku pasar asing membukukan aksi beli bersih mingguan senilai Rp 1 triliun. Nilai tukar Rupiah terapresiasi sebesar 0.28% ke level Rp 13,316.

Global Market Review
Sementara itu, sepanjang pekan kemarin (16-19 Jan) indeks utama AS secara akumulasi mencatakan penguatan. Indeks Dow Jones naik signifikan 1.94%, S&P terangkat 1.54%, dan Nasdaq menguat 1.73%.
Penguatan tersebut inline dengan optimisme pasar terkait rilisnya laporan keuangan kuartal IV-2017, dimana mayoritas emiten yang telah melaporkan keuangannya berhasil membukukan pendapatan yang diatas ekspektasi seiring penurunan pajak yang telah dijanjikan pemerintah AS.
Selain itu, sentimen positif lainnya datang dari pernyataan Presiden AS dan Korea Selatan yang menyatakan bahwa Olimpiade Musim Dingin yang akan diadakan di Korea Selatan bulan depan dapat menjadi tahap awal dalam membantu meredakan krisis. Saat ini Korea Utara telah menyetujui untuk mengikuti Olimpiade tersebut dengan bersedia mengirimkan 22 atlet yang siap bersaing dalam tiga cabang olahraga. Pasar menilai bahwa partisipasi Korea Utara di Olimpiade tersebut akan menjadi sentimen positif dalam membangun perdamaian dan mengurangi ketegangan di semenanjung Korea.
Selain itu, pada pekan kemarin pelaku pasar juga mengamati adanya pidato dari Presiden The Fed yakni Robert Kaplan yang menyebutkan bahwa tahun ini The Fed akan mengalami sedikit masa-masa sulit melawan resesi jika inflasi tidak mencapai target 2%. Dan bahkan apabila suku bunga tidak segera dinaikkan hingga pertengahan tahun, maka kenaikan tiga kali harus tetap dijalankan hingga ke level 2.25%. selain itu, The Fed juga harus mewaspadai dampak kenaikan tersebut terhadap pembalikan kurva imbal hasil yang nantinya malah akan menjadi pertanda awal resesi.


Commodity Market
Dari pasar komoditas, mayoritas harga bergerak mixed dengan kecendrungan menguat. Adapun pada perdagangan pekan lalu, dimana kenaikan yang paling signifikan terjadi pada komoditas jagung, timah dan gas alam dengan masing-masing sebesar 7.11%, 1.69%, dan 1.60%. Adapun komoditas yang mengalami pelemahan yakni gula, gandum, dan CPO masing-masing sebesar -6.56%, -2.42%, dan -1.58%. Penurunan pada komoditas CPO lebih dikarenakan adanya larangan oleh Parlemen Uni Eropa dalam penggunaan minyak sawit mentah untuk membuat biofuel sehingga menekan harga komoditas CPO. Larangan tersebut dikhawatirkan akan mengurangi permintaan CPO ditengah tingginya pasokan minyak sawit di Malaysia.

Market Outlook
Pergerakan IHSG selama sepekan ini diperkirakan akan dipengaruhi oleh rilisnya data ekonomi dari dalam negeri diantaranya : data cadangan devisa kuartal IV-2017.
Adapun data ekonomi dari luar negeri diantaranya : Initial Jobless Claims AS per 20 Januari yang diperkirakan tumbuh 232.000 lebih tinggi dibanding sebelumnya yaitu sebesar 220.000, kemudian data GDP growth rate AS Kuartal IV-2017, BOJ interset rate Jepang, dan Neraca perdagangan Jepang bulan Desember yang diperkirakan lebih tinggi dibanding periode sebelumnya.
IHSG selama sepekan ditutup menguat sebesar 1.9% ke level 6,490.89 dengan candle bullish. Stochastic, RSI masih bertahan di area overbought dan MACD masih bergerak positif dengan volume turun. Kami perkirakan IHSG masih berpotensi menguat dengan penguatan terbatas di kisaran 6,404 - 6,534.
...download>> View pdf format>> back>>