..</em> ..</em> ..

Weekly Research

 

Weekly Report 15-19 Januari 2018


Tanggal publikasi: 2018-01-15 11:33:40 WIB
Indonesia Market Review
Selama sepekan kemarin (08-12 Jan), IHSG secara akumulasi menguat 0.26% di level 6,370.06. Lima dari sepuluh indeks sektoral ditutup dalam teritori positif, dimana sektor pertambangan dan properti memimpin kenaikan sebesar 5.34% dan 1.90%. Saham-saham yang menjadi penggerak indeks sepekan kemarin diantaranya : ADRO, WIKA, INDY, WSKT, dan PTBA.
Penguatan indeks sepanjang pekan kemarin inline dengan rilisnya data cadangan devisa dan optimisme pasar terkait potensi pertumbuhan ekonomi tahun 2018. Cadangan devisa bulan Desember tahun 2017 mencapai US$ 130 miliar lebih tinggi dibanding periode sebelumnya senilai US$ 125.97 miliar.
Selain itu, sentimen positif lainnya yang menjadi penggerak indeks yaitu pernyataan Menteri keuangan terkait pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diperkirakan tetap stabil ditengah pilkada tahun ini, dimana Menteri keuangan juga menekankan bahwa Pemerintah akan tetap fokus menjalankan reformasi kebijakan ekonomi yang telah direncanakan.
Pelaku pasar asing membukukan aksi beli bersih mingguan senilai Rp 1.49 triliun. Nilai tukar Rupiah terapresiasi sebesar 1.19% ke level Rp 13,395.

Global Market Review
Sementara itu, sepanjang pekan kemarin (08-12 Jan) indeks utama AS secara akumulasi mencatakan penguatan. Indeks Dow Jones naik signifikan 2.01%, S&P terangkat 1.57%, dan Nasdaq menguat 1.74%.
Penguatan tersebut terjadi seiring optimisme pasar menjelang rilisnya laporan keuangan kuartal -IV 2017 serta berkurangnya ketegangan geopolitik di semenanjung Korea Utara. Adapun keuntungan kuartal-IV 2017 perusahaan S&P diperkirakan tumbuh sebesar 12.1% lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya yang sebesar 11.8%, dimana perkiraan tersebut sejalan dengan realisasi reformasi pajak AS yang diharapkan mampu mendorong keuntungan perusahaan lebih tinggi.
Selain itu pelaku pasar juga berharap dengan dimulainya pertemuan diplomasi antara Korea Selatan dan Korea Utara akan menjadi langkah yang baik untuk menyelesaikan krisis politik diantara keduanya. Bukan hanya itu, Presiden AS juga telah menyatakan siap untuk mendukung dan ikut serta dalam diplomasi tersebut guna mencapai kestabilan di semenanjung Korea.
Adapun pelaku pasar juga optimis dengan kebijakan Federal Reserve yang rencananya akan terus konsisten menjaga stabilisasi sistem moneter dengan menaikkan suku bunga yang bertahap. Selain itu, kenaikan suku bunga ini rencananya baru akan dilaksanakan seiring pertumbuhan ekonomi global yang juga mengalami kemajuan. Berdasarkan data yang rilis, inflasi bulan Desember 2017 sebesar 2.1% (yoy) atau berhasil mencapai target pemerintah AS di level 2% (yoy) merefleksikan keberhasilah pemerintah AS dalam mencapai target pertumbuhannya.
Berikut beberapa rilis data ekonomi pada pekan kemarin : JOLTs Job Opening bulan November sebanyak 5.87 juta pekerjaan sedikit rendah dibanding sebelumnya sebanyak 5.92 juta pekerjaan, NFIB business optimism index bulan Desember di level 104.9 turun dari sebelumnya di level 107.5, kemudian data API crude oil stock change per 05 Januari turun -11.19 juta barel penurunan ini jauh lebih besar dibanding sebelumnya yang sebesar -4.99 juta barel, kemudian data initial jobless claims per 06 Januari sebanyak 261.000 klaim sedikit mengalami kenaikan dibanding periode sebelumnya yang sebanyak 250.000 klaim, data PPI bulan Desember sebesar 2.6% (yoy) melambat dibanding bulan November yang sebesar 3.1% (yoy), serta laporan dari EIA natural gas stocks change per 05 Januari turun -359 Bcf lebih banyak dibanding penurunan sebelumnya sebesar -206 Bcf serta Monthly budget statement bulan Desember defisit senilai US$ 23 miliar lebih rendah dibanding defisit bulan sebelumnya yang senilai US$ 139 miliar, retail sales bulan Desember tumbuh 5.4% (yoy) melambat dari sebelumnya sebesar 6% (yoy).

Commodity Market
Dari pasar komoditas, mayoritas harga bergerak mixed pada perdagangan pekan lalu, dimana kenaikan yang paling signifikan terjadi pada komoditas minyak mentah, cotton, dan gas alam dengan masing-masing sebesar 4.16%, 4.70% dan 9.98%.
Adapun penguatan yang terjadi pada komoditas minyak mentah inlline dengan stabilitas pasokan minyak yang terus dijaga oleh para anggota OPEC serta tumbuhnya permintaan terhadap komoditas minyak.
Sementara itu, peningkatan harga pada komoditas gas alam terjadi seiring meningkatnya permintaan dikarenakan musim dingin ekstrem di Amerika Serikat, dimana masyarakat AS menggunakan gas alam untuk bahan bakar mesin penghangat.

Market Outlook
Pergerakan IHSG selama sepekan ini diperkirakan akan dipengaruhi oleh rilisnya data ekonomi dari dalam negeri diantaranya : Car Sales bulan Desember, Interest rate decision yang diperkirakan tetap stabil di level 4.25% serta neraca perdagangan bulan Desember yang secara konsensus di prediksikan surplus US$ 0.64 miliar lebih tinggi dari surplus bulan sebelumnya.
Adapun data ekonomi dari luar negeri diantaranya : Consumer inflation expecation AS bulan Desember, Machinery Orders Jepang bulan November, inflation rate Euro Area bulan Desember, Industrial Production AS bulan Desember, serta GDP growth China kuartal IV-2017 dan Housing starts AS bulan Desember.
IHSG ditutup menguat sebesar 0.3% ke level 6,370 dengan candlestick bullish. Stochastic, RSI masih bergerak bullish dan MACD masih bergerak positif serta volume meningkat. Kami perkirakan selama sepekan ini, IHSG masih akan berpotensi menguat di kisaran 6,305-6,449.

...download>> View pdf format>> back>>