..</em> ..</em> ..

Weekly Research

 

OSO Weekly Report 18-22 Des 2017


Tanggal publikasi: 2017-12-18 04:19:25 WIB
Indonesia Market Review
Pada pekan kemarin (11-15 Des) IHSG bergerak dikisaran 6,026.63 – 6,119.41 dimana secara akumulasi naik (1.54%) ke level 6,119.41. Saham yang menjadi penggerak indeks sepekan diantaranya : TLKM, BUMI, BBNI, INDY, UNTR, dan PGAS.
Selama sepekan kemarin IHSG berhasil mencetak rekor tertinggi baru sebanyak dua kali berturut-turut. Adapun penguatan yang terjadi inline dengan optimisme pelaku pasar akan rilisnya data ekonomi yang psoitif.
Dari dalam negeri, data penjualan ritel tumbuh sebesar 2.2% (yoy) lebih tinggi dibanding bulan sebelumnya 1.8% (yoy), serta Indeks Penjualan Riil (IPR) bulan November tercatat di level 207.6 atau tumbuh 2.9%. Selain itu, ekspor dan impor bulan November mengalami kenaikan masing-masing senilai US$ 15,28 miliar dan US$ 15,15 miliar atau tumbuh 0.26% dan 6.42% dibanding bulan Oktober, dengan demikian surplus neraca perdagangan tercatat sebesar US$ 130 juta.

Global Market Review
Sementara itu, sepanjang pekan kemarin (11-15 Des) mayoritas indeks utama AS secara akumulasi mencatakan kenaikan. Indeks Dow Jones menguat 1.09%, S&P terangkat 0.59%, dan Nasdaq naik 0.89%.
Penguatan indeks sepanjang pekan kemarin inline dengan optimisme pasar menyikapi rilisnya data ekonomi yang positif serta naiknya suku bunga The Fed yang sesuai dengan ekspektasi. Saat ini suku bunga The Fed berada di level 1.5% dari sebelumnya di level 1.25%. Selain itu, pada pertemuan FOMC juga dibahas mengenai proyeksi pertumbuhan ekonomi AS 2018 mencapai 2.5% lebih tinggi dari proyeksi sebelumnya yang sebesar 2.1%. Hal ini turut menjadi salah satu penggerak indeks.
Selain itu, kenaikan tersebut juga sejalan dengan meredanya kekhawatiran akan tertundanya reformasi pajak yang telah dijanjikan sebelum liburan natal tahun 2017. Reformasi pajak telah mendapatkan dukungan dari mayoritas senator AS dengan tarif pajak finish sebesar 21% dari sebelumnya 35%.
Berikut beberapa data ekonomi AS yang rilis : NFIB business optimism index AS bulan November di level 107.5 lebih tinggi dibanding bulan sebelumnya di level 103.8, serta PPI AS bulan November sebesar 3.1% (yoy) atau 0.4% (mom) meningkat dari bulan sebelumnya sebesar 2.8% (yoy) atau 0.4% (mom), kemudiat data ekspor dan impor price masing-masing tumbuh sebesar 0.5% (mom) dan 0.7% (mom), lebih tinggi dibanding sebelumnya sebesar 0.1% (mom) dan 0.1% (mom).

Commodity Market
Sementara itu, pasar komoditas bergerak mixed pada perdagangan pekan lalu, dimana kenaikan yang paling signifikan terjadi pada komoditas gandung, nikel, dan tembaga dengan masing-masing sebesar 8.70%, 5.75%, dan 4.79%. Adapun penguatan komoditas tembaga sepanjang tahun sebesar 24.40% (Ytd) tertinggi dibanding komoditas lainnya, hal ini dikarenakan berkurangnya suplai dari sejumlah produsen utama ditengah naiknya permintaan tembaga global, terutama dari China.

Market Outlook
Kami perkirakan pada pekan ini IHSG akan bergerak mixed dengan kecendrungan menguat di kisaran 6038-6140. Pergerakan IHSG selama sepekan ini diperkirakan akan dipengaruhi oleh potensi window dressing menjelang tutup tahun dan reformasi pajak AS. Minimya sentimen positif dari dalam negeri membuat pergerakan indeks cenderung konsolidasi. Pada pekan ini, dalam negeri hanya rilis data indeks penjualan mobil bulan November. Adapun rilis data ekonomi dari global diantaranya : neraca perdagangan Jepang bulan November, indeks harga rumah China bulan November, neraca lancar AS kuartal III, indeks penjualan rumah AS bulan November.







...download>> View pdf format>> back>>