..</em> ..</em> ..

Daily Research

 

OSO Daily 17 Januari 2018


Tanggal publikasi: 2018-01-17 08:12:57 WIB
Market Review
Pada perdagangan hari Selasa (16/01), IHSG ditutup dengan rekor tertinggi baru di level 6,429.69. Seluruh indeks sektoral berakhir dalam zona hijau, dimana sektor infrastruktur dan industri dasar memimpin kenaikan masing-masing 1.95% dan 1.71%. Saham yang menjadi penggerak indeks diantaranya : TLKM, BBRI, GGRM, UNVR dan BBCA.
Pergerakan IHSG inline dengan optimisme pasar terhadap komitmen pemerintah dalam kemudahan berusaha. Hal ini diharapkan dapat mendorong investasi riil sehingga akan mampu meningkatkan perekonomian dalam negeri di tahun ini.
Selain itu, pasar juga mencermati rasio hutang terhadap PDB sepanjang tahun 2017 yang sebesar 29.2% atau masih di bawah batas maksimal yang ditetapkan dalam Undang-Undang Keuangan Negara sebesar 60% dari PDB. Meski demikian, rasio hutang tersebut lebih tinggi jika dibandingkan tahun 2016 yang sebesar 27.9%.
Pelaku pasar asing membukukan aksi beli bersih (netbuy) senilai Rp 117 miliar. Nilai tukar Rupiah terdepresiasi sebesar 0.05% ke level Rp 13,338.

Global Market
Sementara itu, indeks utama bursa Wall Street ditutup melemah pada perdagangan semalam (16/01). Indeks Dow Jones turun tipis 0.02% ke level 25,796.82, S&P500 melemah 0.35% ke level 2,776.53 dan Nasdaq tertekan 0.51% ke level 7,223.69.
Pelemahan tersebut terjadi seiring aksi profit taking dari pelaku pasar mengingat ketiga indeks tersebut telah berhasil mencetak rekor tertinggi baru sebanyak dua kali sejak pekan kemarin.
Adapun saham yang menjadi pemberat indeks salah satunya General Election (GE) yang terkoreksi 2.9%. Penurunan saham GE dikarenakan laporan laba kuartal-IV 2017 yang dibawah ekspektasi dikarenakan peningkatan pada beban operasional.
Sementara dari pasar komoditas, harga minyak mentah dunia melemah (-1.31%) ke level USD 63.87 perbarel. Terkoreksinya harga minyak tersebut diperkirakan hanya bersifat jangka pendek dikarenakan pelaku pasar mengambil keuntungan ditengah pulihnya harga minyak mentah dunia.

JCI Prediction
IHSG ditutup menguat sebesar 0.74% ke level 6,429 dengan candle bullish serta break out resistance terdekat. IHSG diperkirakan bullish trend kembali dilihat indikator RSI, Stochastic kembali bullish dan MACD histogram bergerak positif dengan volume turun. IHSG diperkirakan bergerak menguat di kisaran 6,395 - 6,460.

Highlight News
Economic & Industry News
• Harga Komoditas Minyak Mentah Terus Meningkat, Pemerintah Tidak Akan Buru-buru Ajukan Perubahan Ke DPR
• BI Laporkan Luar Negeri (ULN) Swasta Indonesia Per Akhir November 2017 Sebesar US$ 170,6 Tumbuh 4,2% (yoy)
• Surplus Neraca Perdagangan 2017 Membantu Menekan Defisit Pada Transaksi Berjalan
• India Tertarik Berinvestasi Infrastruktur Di Indonesia Khususnya Bidang Maritim

Corporates News
• BIRD Telah Menghabiskan Seluruh Dana IPO Yang Dilakukan Pada Tahun 2014 Sebesar Rp 2,31 Triliun
• MYOH Tingkatkan Anggaran Capex 2018 Sebesar 300% Menjadi US$ 13,8 Juta
• PADI Akan Terbitkan Right Issue Sebanyak 11,3 Miliar Saham
• LCKM Targetkan Laba Bersih 2018 Sebesar Rp 13 Miliar
• GMFI Telah Menggunakan 39% Dana Hasil IPO Sebesar Rp 442,5 Miliar
• INDY Alokasikan Capex 2018 Sebesar US$ 100 Juta Untuk PTRO
• SPDC Berkerja Sama Dengan PT Ika Pharmindo Putramas Dalam Pemasaran Produk Baru
• BRNA Telah Menggunakan Seluruh Dana Hasil PUT II Pada 2016 Sebesar Rp 216,99 Miliar
• MTRA Dapatkan Kontrak Proyek Pembangunan Gedung Perkantoran Crea Di Bali
• WSKT Akan Terbitkan Surat Utang Senilai Rp 7 Triliun Secara Bertahap Pada Kuartal I Dan Kuartal III 2018
• TOWR Berencana Melakukan Akuisisi Perusahaan Menara Pada 2018
• Pefindo Turunkan Preringkat AISA Menjadi idBB+

...download>> view pdf format>> back>>