..</em> ..</em> ..

Daily Research

 

OSO Daily 12 Januari 2018


Tanggal publikasi: 2018-01-12 01:08:56 WIB
Market Review
Pada perdagangan hari Kamis (11/01), IHSG ditutup menguat 0.24% ke level 6,386.34. Enam dari sepuluh indeks sektoral berakhir dalam teritori positif, dimana sektor pertambangan dan keuangan memimpin penguatan masing-masing sebesar 0.93% dan 0.66%. Berikut saham yang menjadi penggerak indeks diantaranya : BUMI, BMRI, INDY, dan BRMS.
Penguatan indeks pada menit-menit akhir perdagangan terjadi seiring optimisme pasar menyikapi bantahan dari Menteri Keuangan terhadap Moody's Investor Service terkait pilkada tahun 2018 dan 2019. Menteri Keuangan menekankan bahwa Indonesia akan tetap fokus menjalankan reformasi kebijakan ekonomi ditengah pilkada guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi dalam negeri.
Pelaku pasar asing membukukan aksi beli bersih (netbuy) senilai Rp 230.39 miliar. Nilai tukar Rupiah terapresiasi sebesar 0.19% ke level Rp 13,400.

Global Market
Sementara itu, indeks utama bursa Wall Street ditutup dalam zona hijau pada perdagangan semalam (11/01). Indeks Dow Jones menguat 0.81% ke level 25,574.73, S&P naik 0.70% ke level 2,767.56, Dan Nasdaq terangkat 0.81% ke level 7,211.78.
Indeks Wall Street berakhir dalam rekor tertinggi seiring penguatan komoditas minyak dan spekulasi atas laporan keuangan kuartal 4 yang akan rilis Jumat pekan ini.
Harga minyak capai rekor tertinggi baru di level USD 63.54. perbarel seiring kekhawatiran pasar terhadap enam gempa melanda Iran dan Irak yang berpotensi mempengaruhi aktivitas pertambangan minyak diwilayah tersebut. Adapun gempa terjadi pada kedalaman 10 km dengan skala 5 SR sehingga menyebabkan kerusakan cukup parah.
Sentimen positif lain yang menjadi penggerak indeks yakni terkait pernyataan dari Presiden AS dan Presiden Korea Selatan yang siap melakukan perundingan dengan Korea Utara guna mencapai kestabilan di semenanjung Korea.
Beberapa rilis data ekonomi AS yaitu : initial jobless claims per 06 Januari sebanyak 261.000 klaim sedikit mengalami kenaikan dibanding periode sebelumnya yang sebanyak 250.000 klaim, data PPI bulan Desember sebesar 2.6% (yoy) melambat dibanding bulan November yang sebesar 3.1% (yoy), serta laporan dari EIA natural gas stocks change per 05 Januari turun -359 Bcf lebih banyak dibanding penurunan sebelumnya sebesar -206 Bcf.

JCI Prediction
IHSG ditutup menguat +0.23% ke level 6,386.3 dengan candle bullish. IHSG sepanjang perdagangan bergerak fluktuatif dengan kecederungan bearish ke level terendah 6,344 dan setelah itu ditutup gap up di akhir perdagangan ke level 6,386.3. Stochastic, RSI bergerak bullish dan MACD masih positif dengan volume meningkat. IHSG diperkirakan bergerak menguat terbatas di kisaran 6,349 - 6,415.

Highlight News
Economic & Industry News
• BI : Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) Kuartal IV 2017 Sebesar 7,4%, Lebih Rendah Dibanding Kuartal Ketiga 2017 Yang Sebesar 14,32%
• Menteri Keuangan Pastikan Pemerintah Tetap Fokus Pada Reformasi Kebijakan Ekonomi
• Komoditas CPO Tertekan Seiring Peningkatan Pasokan Di Malaysia
• Terjadi Peningkatan Pada Barang Milik Negara Sekitar 165% Atau Lebih Dari Rp1.800 Triliun Selama 2017
• Amerika Serikat Kembali Jadi Eksportir Gas Alam Cair (Lng) Untuk Pertama Kalinya Sejak 1957

Corporates News
• JKON Telah Menggunakan Dana Hasil Right Issue Sebesar Rp 347,72 Miliar
• TLKM Targetkan Pendapatan 2018 Naik Dua Digit
• BDMN Telah Membuka 9 Kantor Cabang Baru Yang Tersebar Di Jakarta, Surabaya, Bali Dan Batam
• PBRX Telah Menggunakan 57,21% atau sebesar Rp 600 Miliar Dana Hasil Right Issue
• HRTA Telah Menggunakan Dana IPO Sebesar Rp 313,46 Miliar Untuk Modal Kerja
• BBTN Targetkan Fee Based Income 2018 Sebesar Rp 2,07 Triliun
• BNGA Targetkan Kredit Pemilikan Rumah Naik 10% Pada 2018
• BBNI Targetkan Biaya Kredit 2018 Sebesar 1,8%
• DILD Melakukan Kerja Sama Dengan Tiga Perusahaan Untuk Mengembangkan Perumahan Puri Permata Indah Di Jawa Timur
• ABMM Membeli 99% Saham PT Reswara Minerga Hartama Senilai Rp 15 Miliar
• KINO Masih Memiliki Sisa Dana IPO Rp 297,67 Miliar

...download>> view pdf format>> back>>